Jumat, 22 Juni 2012

Contoh laporan praktikum biologi "SELEKSI ALAM"


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
SIMULASI
SELEKSI ALAM
O
L
E
H

Like Ulfa Triana
XII IPA 1

SMAN 1 NARMADA
2011/2012




Bab I Pendahuluan
A.     Latar Belakang

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.[1][2] Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam.
Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Atau dapat juga di artikan proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan keberlangsungan dan reproduksi suatu organisme menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke genarasi yang lain pada sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang "terbukti sendiri" karena:
  • Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
  • Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup
  • Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.
Kondisi-kondisi ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak akan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Konsep pusat seleksi alam adalah kebugaran evolusi organisme. Kebugaran evolusi mengukur kontribusi genetika organisme pada generasi selanjutnya. Namun, ini tidaklah sama dengan jumlah total keturunan, melainkan kebugaran mengukur proporsi generasi tersebut untuk membawa gen sebuah organisme.Karena itu, jika sebuah alel meningkatkan kebugaran lebih daripada alel-alel lainnya, maka pada tiap generasi, alel tersebut menjadi lebih umum dalam populasi. Contoh-contoh sifat yang dapat meningkatkan kebugaran adalah peningkatan keberlangsungan hidup dan fekunditas. Sebaliknya, kebugaran yang lebih rendah yang disebabkan oleh alel yang kurang menguntungkan atau merugikan mengakibatkan alel ini menjadi lebih langka. Adalah penting untuk diperhatikan bahwa kebugaran sebuah alel bukanlah karakteristik yang tetap. Jika lingkungan berubah, sifat-sifat yang sebelumnya bersifat netral atau merugikan bisa menjadi menguntungkan dan yang sebelumnya menguntungkan bisa menjadi merugikan.
Seleksi alam dalam sebuah populasi untuk sebuah sifat yang nilainya bervariasi, dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Yang pertama adalah seleksi berarah (directional selection), yang merupakan geseran nilai rata-rata sifat dalam selang waktu tertentu. Kedua, seleksi pemutus (disruptive selection), merupakan seleksi nilai ekstrem, dan sering mengakibatkan dua nilai yang berbeda menjadi lebih umum (dengan menyeleksi keluar nilai rata-rata).. Ketiga, seleksi pemantap (stabilizing selection), yaitu seleksi terhadap nilai-nilai ektrem, menyebabkan penurunan variasi di sekitar nilai rata-rata.[88] Hal ini dapat menyebabkan organisme secara pelahan memiliki sifat yang sama.
Kasus khusus seleksi alam adalah seleksi seksual, yang merupakan seleksi untuk sifat-sifat yang meningkatkan keberhasilan perkawinan dengan meningkatkan daya tarik suatu organisme.
Evolusi memengaruhi setiap aspek dari bentuk dan perilaku organisme. Yang paling terlihat adalah adaptasi perilaku dan fisik yang diakibatkan oleh seleksi alam. Adaptasi-adaptasi ini meningkatkan kebugaran dengan membantu aktivitas seperti menemukan makanan, menghindari predator, dan menarik lawan jenis. Organisme juga dapat merespon terhadap seleksi dengan berkooperasi satu sama lainnya, biasanya dengan saling membantu dalam simbiosis. Dalam jangka waktu yang lama, evolusi menghasilkan spesies yang baru melalui pemisahan populasi leluhur organisme menjadi kelompok baru yang tidak akan bercampur kawin.
Adaptasi merupakan struktur atau perilaku yang meningkatkan fungsi organ tertentu, menyebabkan organisme menjadi lebih baik dalam bertahan hidup dan bereproduksi. Ia diakibatkan oleh kombinasi perubahan acak dalam skala kecil pada sifat organisme secara terus menerus yang diikuti oleh seleksi alam varian yang paling cocok terhadap lingkungannya.  Proses ini dapat menyebabkan penambahan ciri-ciri baru ataupun kehilangan ciri-ciri leluhur.
Dari penjelasan di atas diketahui bahwa seleksi alam adalah salah satu faktor pendorong terjadinya evolusi (teori darwinisme). Maka dari itu kami melakukan praktik simulasi seleksi alam ini untuk mengetahui proses seleksi alam beserata factor yang mempengaruhinya sebagai salah satu proses pembelajaran mengenai materi tentang ‘Evolusi’.
B.     Tujuan

Melakukan praktik simulasi seleksi alam
Bab II Metode Praktikum
A.     Waktu              : 5 januari 2012
Tempat : lapangan berumput

B.     Alat dan Bahan
1.      Daun berwarna hijau, kuning, dan coklat
2.      Pelubang kertas (prevator)
3.      Gelas beker
4.      Penggaris
5.      Stopwatch

C.     Prosedur kerja
1.      Potong daun berwarna hijau, kuning, dan coklat masing-masing sebanyak 100 buah
2.      Masukkan semua potongan daun ke dalam gelas beker
3.      Gelas beker digoyang goyangkan agar potongan daun tercampur rata
4.      Ukur area tanah berumput seluas 2x2 meter
5.      Sebarkan semua potongan daun pada area tanah berumput yang sudah diukur
6.      Setiap predator mengambil potongan daun tersebut selama dua menit secara bergantian
7.      Setiap setelah satu predator mengambil potongan daun tersebut, sebarkan kembali potongan daun yang terambil ke area tanah berumput agar jumlah potongan daun kembali 100 buah
Bab III Hasil Pengamatan dan Pembahasan
A. Data hasil pengamatan

Macam Data
Warna Daun
Hijau
Kuning
Coklat
A.
Jumlah potongan daun sebelum diambil predator
100
100
100
B.
Jumlah potongan daun setelah diambil oleh predator (sisa daun)



Predator 1
81
78
85
Predator 2
84
82
84
Predator 3
80
76
76
Predator 4
89
72
89
Predator 5
95
65
93
C.
Jumlah potongan daun yang terambil oleh predator




Predator 1
19
22
15

Predator 2
16
18
16

Predator 3
20
24
24

Predator 4
11
28
11

Predator 5
8
35
7
D.
Rata-rata
14,8
25,4
14,6

B. Pembahasan
Pada percobaan ini predator  dapat dikatakan sebagai penyeleksi (proses seleksi alam), sedangkan potongan daun sebagai individu.
Data di atas menunjukkan :
Ø  Daun yang paling banyak terambil adalah daun berwarna kuning
Ø  Daun yang paling sedikit terambil adalah daun berwarna coklat
Ø  Faktor yang mempengaruhi warna daun paling banyak atau paling sedikit terambil adalah :
·        Faktor adaptasi lingkungan, warna daun yang mirip dengan lingkungannnya tidak mudah untuk ditemukan oleh predator dan sebaliknya. Pada percobaan ini warna kuning banyak terambil karena warna kuning paling jelas terlihat pada daerah persebarannya, sedangkan warna hijau hampir sama dan warna coklat yaitu warna yang paling gelap semakin tidak nampak karena sewarna dengan tanah (lingkungannya).
·        Faktor persebaran, potongan daun yang persebarannya tidak merata dapat memudahkan predator untuk menemukannya dan sebaliknya.
·        Factor predator, kejelian predator saat mencari mengambil potongan daun juga dapat mempengaruhi.
Percobaan seleksi alam ini menunjukkan salah satu faktor pendorong terjadinya evolusi (teori darwinisme). Realitasnya dapat diamati dari populasi makhluk hidup di dunia. Berikut factor seleksi alam sebagai salah satu mekanisme evolusi.
a.       Hasil perkawinan makhluk hidup
memungkinkan terjadinya variasi, baik variasi warna, bentuk, maupun kemampuan beradaptasi. Varian atau individu yang adaptif akan tetap hidup dan berkembang, sedangkan individu yang tidak adptif akan punah.
b.      Beberapa factor pembatas di alam
Hal ini mempengaruhi populasi, diantaranya adalah makanan, air, cahaya, tempat hidup, predator, organism penyebab penyakit, dan cuaca yang tidak menguntungkan.
c.       Tingkat kesuksesan perkembangbiakan
Hal ini menentukan pertumbuhan populasi makhluk hidup. Makhluk hidup yang paling adaptif adalah individu yang berhasil dalam perkembang biakan.
d.      Kemampuan individu dalam beradaptasi
Individu yang mampu beradaptasi akan mewariskan sifat-sifat unggul pada generasi berikutnya. Lama-kelamaan sifat-sifat tersebut terakumulasi dan mengubah suatu kelompok individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya sehingga terbentuklah spesies baru.
Bab IV PENUTUP
Kesimpulan
            Dari hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa ternyata daun yang berwarna kuning paling banyak terambil, sedangkan yang paling sedikit adalah warna coklat. Dengan faktor dasar yang mempengaruhinya adalah adaptasi warna terhadap lingkungan persebarannya.




Daftar pustaka
Omegawati, Wigati, Hadi, 2010. PR Biologi. Klaten PT. Intan Pariwara
















       Telah diperiksa dan disetujui
       Tanggal,
       Guru Biologi


        Hedi Hatadi
          NIP.19681213 199101 1001

3 komentar:

  1. Aiyoo~ makasii banyak ya Kak ^^
    sangat membantu :)

    BalasHapus
  2. huaaa.. ru liat ni kk komen komenynya.. okeh okeh sip...
    alhmdulillah, kalo da yg mau d tanyain main k blog kk lg ya, kali ja kk bisa bntu lwat post yg lain.. semangat belajaaarr ^O^

    BalasHapus